Kamis, 02 Desember 2010 | By: Babad Sunda

KASUS PENCURIAN MUSEUM SONOBUDOYO Sultan Diminta Bentuk Tim Investigasi

Ketua Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya) Jhohannes Marbun minta Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta membentuk tim investigasi guna menuntaskan kasus hilangnya sejumlah koleksi Museum Sonobudoyo. Mereka berharap Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kedatangan mereka di Kepatihan. “Kami sudah mengajukan diri untuk bertemu dengan Sultan pekan ini tapi belum mendapat jawaban,” kata Jhohannes Marbun kemarin. Menurut dia, Masyarakat Advokasi menganggap pembentukan tim investigasi penting, terutama untuk memastikan agar kejadian seperti ini tidak terulang pada museum-museum lain di Yogyakarta.

Pada 11 Agustus lalu, maling berhasil menerobos masuk ruang emas Museum Sonobudoyo. Ada 17 jenis koleksi perhiasan dan benda bersejarah dari emas, seperti patung, topeng, liontin, kalung, dan berbagai jenis perhiasan lain yang memiliki nilai jual tinggi hilang dicuri. Total jumlah koleksi yang hilang 87 buah. Celakanya, pada saat itu, alarm maupun kamera CCTV di museum itu tidak berfungsi. Maling diduga masuk dengan cara memecahkan kaca jendela dari luar. Begitu mudahnya penjarah masuk sangat disayangkan oleh banyak pihak. Apalagi, menurut Jhohannes, itu terjadi pada 2010, yang telah dicanangkan pemerintah sebagai Tahun Gerakan Nasional Cinta Museum. Menurut Jhohannes, museum merupakan aset publik yang harus diperkenalkan kepada publik sebagai pusat pengetahuan, seperti perpustakaan misalnya. “Jadi museum bukan barang angker, bukan barang rongsokan,”katanya. Masyarakat Advokasi, menurut Jhohannes, berharap tim investigasi nantinya akan mengetahui permasalahan apa saja, dari hulu hingga hilir menyangkut pengelolaan museum. Kepala Subbidang Pemberitaan Badan Informasi Daerah Biworo Yuswantana, yang dihubungi terpisah, mengatakan belum mendengar kabar soal keinginan Masyarakat Advokasi bertemu dengan Sultan dan meminta pembentukan tim investigasi itu. “Belum ada dawuh,” katanya melalui pesan pendek. Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Kota Besar Yogyakarta Kompol Saiful Anwar mengatakan hingga saat ini polisi masih terus mengembangkan penyelidikan kasus Museum Sonobudoyo.“Belum ada kemajuan,”katanya. Beberapa waktu lalu, Polwiltabes menyatakan akan meminta bantuan interpol, mengantisipasi adanya kemungkinan barang-barang berharga milik Museum Sonobudaya itu dibawa ke luar negeri. Tapi upaya yang ini pun belum ada kabarnya. Saiful cuma mengatakan hingga saat ini sudah ada sekitar 20 orang yang diperiksa polisi, semuanya pihak internal—karyawan Museum Sonobudoyo—tapi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.“Kami masih fokus pada orang di Museum dulu,”katanya. ● BERNADA RURIT..artikel lengkapnya ada disini

http://joemarbun.wordpress.com
Sumber : Koran Tempo, 20 September 2010

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung yang baik tentunya memberikan Komentar,kritik serta saran yang sopan disini, Terima kasih atas komentar dan kunjungan nya

Kembali lagi ke atas