Senin, 25 Oktober 2010 | By: Babad Sunda

Kisahku atau kejadian nyata dalam menghadapi problema waduk jatigede

Rencana pemerintah tentang waduk jati gede harus kita tanggapi dengan serius dan tidak gegabah.Rencana tersebut bukan hanya tanggung jawab pemda sumedang,atau intansi organisasi/Lsm budaya saja akan tetapi kita sebagai masyarakat sumedang khusus nya dan jawa barat harus kritis dengan waduk jati gede.




Kami pun Dari Paguyuban Kuncen Pancar Buana Sumedang, sedang berupaya mencari solusi terbaik tentang program tersebut,pada waktu yang telah lalu Disbudpar sumedang telah mengundang para juru kunci ( situs-situs keramat tertua)dan situs keramat yang yang akan terkena imbas genangan jati gede.Dalam Rapat tersebut saya mengambil kesimpulan 20% para juru kunci yang setuju dengan pemindahan situs keramat ke areal yang telah dipilih/disediakan oleh pemerintah sumedang.
Saya ingin bercerita buat wargi sumedang.Dalam rapat tersebut secara pribadi saya salah satu orang yang awalnya setuju dengan program pemindahan situs tersebut dengan pertimbangan bahwa Resi prabu Guru Aji putih pernah berkata/CACANDRAN ( bahasa sunda)Darmaraja Baris jadi Sagara 'yang artinya Darmaraja Baris/akan menjadi Sagara/lautan.Dengan kata lain yaitu waduk/bendungan. Jadi pemerintah hanya menjalan kan tuntutan jaman dan CACANdran tadi bisa jadi renungan buat kita semua bahwa Prabu guru Aji putih benar-benar tokoh kharismatik,berwibawa,sakti mandraguna weru sedurung winara.
Semasa hidup nya Prabu guru Aji putih sudah tahu dengan kejadian yang akan datang Dengan Tauhid aqo'id nya(Dengan izin Allah) mengatakannya secara turun menurun berapa abad sebelumnya sudah mengetahuinya darmaraja akan tergenang menjadi lautan/waduk.dengan pertimbangan tersebut awal nya saja setuju dengan pemindahan situs dan kapasitas saya dalam rapat tersebut karena terkait dengan kepengurusan Ikatan Juru kunci Cagar budaya (IJKCB)dan sekarang menjadi Paguyuban Kuncen Pancar Buana Sumedang (PKPBS).
Akan tetapi Setelah Selang beberapa hari ketika selesai sembahyang malam dan diteruskan dengan berdzikir saya terkejut dengan datang nya Sosok bercahaya putih.mendatangi saya secara tiba-tiba dan langsung memarahi saya dalam bahasa sunda" Kami Ticipaku.Silaing budak sayong,Lamun bener silaing rek bela ka kami silaing kudu mindahkeun Gunung Tampomas kacipaku.lantaran silaing geus sayong ka kami silaing moal bisa usik sabelas poe sabelas peuting,Artinya :Saya dari cipaku,Kamu anak so tahu,kalau benar kamu peduli dengan saya Kamu harus bisa memindahkan gunung tampomas(gunung terbesar di sumedang) Karena kamu telah so tahu/lancang pada saya, kamu tidak bisa bergerak(badan)selama 11hari,11 malam.Saya hanya terdiam mengingat-ingat segala ucapan dengan nada marah kepada saya.waallahualam yang menhampiri saya ketika berdzikr tadi apakah Prabu guru Aji putih.setelah berpikir lama hingga dzikir saya terhenti seketika dan saya sadar dengan kesalahan saya Pada waktu rapat di disparbud saya mengajak para juru kunci untuk mengikuti program pemindahan situs yang diantaranya makam keramat Prabu guru Aji putih.
Dan ke esokan harinya ketika mau bangun tidur seluruh badan saya sudah lemas tanpa daya tak bisabergerak,tak bisa melihat dan mendengar,hingga ibu saya mengetahui kondisi saya seperti itu hanya bisa menangis sedih karena sebelum tidur sempat berceritasemua tentang kejadian ghaib yang saya alami.
singkat cerita sebelas hari pun berlalu sekitar jam 9 malam secara ajaib seluruh badan saya bergerak normal kembali,dan hal aneh setelah lemas tanpa daya 11 hari tiba-tiba seperti punya tenaga baru di umpamakan Batrai yang telah dicharger.langsung bangkit tanpa merasakan sakit sedikitpun setelah berbaring 11hari.Dengan kejadian tersebut saya bertekad mencari makna dari tiap kata-kata Prabu guru Aji putih Kalau kamu peduli dengan saya harus bisa memindahkan gunung tampomas ke cipaku,kalimat memindah kan gunung tampomas kecipaku membuat saya dikatakan Gila/(kalimat ejekan)tong tarik teuing bisi owah hayang mindahkeun gunung, hanya kata ejekan yang saya dapat kan ketika saya berkonsultasi untuk mencari tahu petunjuk tersebut(siloka).
Karena tiap kali bertanya tentang kalimat tersebut tidak menemukan jawaban tetapi sebalik nya hanya ejekan yang saya terima,tapi saya semakin penasaran dan semakin ingin tahu arti memindahkan gunung tampomas???
Akhirnya saya memutuskan untuk RIYADOH bertirakat dipuncak tampomas dengan harapan bisa mendapat jawaban tentunya seiring dengan izin allah,berangkatlah saya ke tampomas dengan berpuasa pad hari senin siang dan berencana tirakat selama 3hari/seminggu.tapi karena waktu itu musim hujan saya tidak kuat meneruskan tirakat untuk hari ke 3/seminggu.dalam 2hari saya belum mendapatkan petunjuk apapun.padahal shalat hajat nya sudah di tambah hitungan raka'at nya dan di tambah ke khusyuan nya.dan jam 7 pagi dalam kondisi hujan saya menuruni gunung tampomas,dan sampailah say dipenggalian pasir jam 9pagi.setelah ada mobil truk angkutan pasir,saya pun ikut numpang di bak truk yang penuh pasir....
Dan tanpa disangka allah memberikan jawaban dengan memberikan gambaran di areal galian pasir terdapat batu sangat besar sisa galian (kanan jalan ketika turun dari tampomas)yang setengah dari batu besar itu terendam air hujan.dengan melihat hal itu buat saya adalah jawaban dari maha kuasa atas kesungguhan saya pada waktu itu.dan dengan prediksi dan pemikiran instan saya.UNTUK ME MINDAHKAN GUNUNG TAMPOMAS KE CI PAKU.Bukan berarti memindahkan gunung nya akan tetapi galian pasir yang berada dikaki gunung tampomas dipindahkan ke cipaku,mungkin dalam kurun waktu sebelum program waduk jati gede terlaksana, cipaku akan menjadi gunung karena ada areal penggalian.Dengan penggalian dataran cipaku yang tadinya rendah bisa menjadi tinngi dengan ada penggalian(di bentuk gunung)sehingga Volume air akan turun ke lahan bekas penggalian.
Saya sangat senang dengan saya mendapat solusi untuk jati gede....dan saya belum puas dengan hasil tirakat dan buah pemikiran saya,kemudian saya mau konsultasikan dulu ke beberapa rekan yang mengerti hal siloka,dan saya bersilaturahmi dengan pa Yosep Rohimas (P.O CBU)tapi sebelum saya mengatakan hasil pengalaman,penemuan/petunjuk itu.pa Yosep lebih dulu bercerita tentang solusi jati gede dengan cara memindahkan penggalian pasir di kaki gunung tampomas cibeureum smd ke cipaku,ternyata petunjuk yang sama.
Di beberapa kesempatan saya ceritakan pengalaman saya ke pada pejabat penting sumedang.walupun saya tahu hal seperti itu tidak masuk akal untuk orang pemerintahan,dan saya mencoba berusaha menyampaikan solusi itu:
saya melakukan berbagai upaya ,agar pemerintah mau mendengar bahwa Pemindahan situs keramat bukan cara terakhir/pamungkas...tapi dengan cara menggali lahan di areal situs (dibentuk gunung)jadi kalau air pasang akan seperti Nusa/pulau(seperti wisata Ziarah Panjalu).

Dan saya melakukan wawancara secara visual dengan para kuncen/jurukunci prihal program jati gede.dan hasilnya.................Semua Setuju dengan program jati gede dengan syarat situs jangan dipindahkan,karena TEMPAT DAN WAKTU SEJARAH TIDAK BISA DIGANTIKAN>>!!!!!

Saya mohon Do'a dan dorongan moral untuk menyelamatkan situs yang berada di daerah genangan jati gede,Mari kita berjibaku,bahu membahu dengan pemerintah PEMKAB sumedang untuk mensukseskan program jati gede tanpa upaya pemindahan situs keramat.ASAl USUL SUMEDANG KARENA ADANYA LELUHUR YANG ADA DI AREAL GENANGAN JATI GEDE.
SITUS TENGGELAM/PINDAH JATI DIRI SUMEDANG TIDAK AKAN PERNAH ADA.......
SUMEDANG PUSEUR BUDAYA SUNDA????heheehe PR bersama

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

1 komentar:

Anonim mengatakan... [Reply to comment]

urang aya kusabab sejarah....komo ieu masalah karuhun...di dukung pisan siang sinareng wengi. mugia nu aya teu kaganggu ku perkembangan zaman.mugia perkembangan zaman nambahan kamajuan lain ngurangan kanu geus aya.

Poskan Komentar

Pengunjung yang baik tentunya memberikan Komentar,kritik serta saran yang sopan disini, Terima kasih atas komentar dan kunjungan nya

Kembali lagi ke atas