Rabu, 29 September 2010 | By: Babad Sunda

Sejarah Bangunan Gedung Pusaka




Gedung Pusaka adalah gedung museum yang kelima dari enam gedung
yang ada di Museum Prabu Geusan Ulun sebagai gedung baru.
Fungsi Gedung Pusaka sesuai namanya sebagai tempat khusus
menyimpan benda-benda Pusaka peninggalan para leluhur
Sumedang. Pembangunan Gedung Pusaka dibangun karena
Gedung Gendeng waktu itu sebagai tempat menyimpan pusaka
sudah tidak memadai, sehingga atas prakarsa Ibu Hj. Rd. Ratjih
Natawidjaya ibunda dari Bapak Prof. DR. Ginanjar Kartasasmita,
rencana Gedung Pusaka bisa dilaksanakan dengan melibatkan
Yayasan Pangeran Sumedang, Rukun Wargi Sumedang,
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sumedang,
Departemen Pariwisata Sumedang, Pemda Sumedang
dan Direktorat Permuseuman Propinsi Jawa Barat.
Pada tanggal 25 Maret 1990 pembangunan Gedung
Pusaka mulai dikerjakan dan peletakan batu pertama
dilakukan oleh Ibu Ibu Hj. Rd. Ratjih Natawidjaya .
Proses pembangunan Gedung Pusaka memakan waktu
cukup lama yaitu selama tujuh (7) tahun,
selesai pada tahun 1997, kemudian diresmikan
oleh Bupati Sumedang
Bapak Drs. H. Moch. Husein Jachjasaputra..
Biaya pembangunan Gedung Pusaka selain sumbangan
dari Pronvinsi TK. I Jawa Barat juga sumbangan
dari para wargi Sumedang, salah satunya sumbangan
Sanggar Seni Sumedang “Padepokan Sekar Pusaka”
pimpinan Bapak Rd. E. Lesmana Kartadikoesoemah (Alm).

www.Babadsunda.blogspot.com

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengunjung yang baik tentunya memberikan Komentar,kritik serta saran yang sopan disini, Terima kasih atas komentar dan kunjungan nya

Kembali lagi ke atas