Senin, 07 Maret 2011 | By: Babad Sunda

Saya bukan penentang cadar

Saya bukan penentang cadar....!!!!

 Setelah rehat beberapa lama ini di blog carita ki sunda, entah mengapa di pagi hari ini saya ingin mengungkapkan unek-unek hati saya tentang cadar,?? tulisan ini semata-mata ungkapan pendapat saya perihal fungsi dan pemakai cadar menurut versi saya pribadi,....semoga teman-teman blog dapat memberikan komentar tentang tulisan saya ini.

Aurat wanita memang harus dijaga, tapi tidak fanatik bercadar, krn cadar bukan satu2 nya ciri muslimah, kenyataan nya pria & wanita di negeri unta tsb, memakai cadar sebelum masuk ajaran islam, yang artinya cadar merupakan pakaian tradisi / budaya mereka yang di dorong faktor geografis/lingkungan padang pasir(cadar berfungsi untuk menutupi wajah dari sengatan terik matahari dan debu padang pasir ),
Saya berpendapat bahwa wanita bercadar boleh2 saja, asalkan ditempat dan waktu tertentu saja memakai nya (bukan permanen/alias 24 jam sehari memakai nya), kenapa saya berpendapat demikian, sudah barang tentu sayapun punya alasan tersendiri , untuk kebenaran pendapat saya ini , saya serahkan pada anda sepenuh nya.


1. Wajah bukan salah satu aurat yang harus kita tutupi, alasan nya, allah tidak memerintahkan pada manusia untuk menutupi wajah nya secara keseluruhan waktu melakukan shalat 5 waktu dan shalat sunnah (shalat adalah cerminan muslim & muslimmah yang taat kepada nya), tidak ada ibadah yang paling utama selain shalat, dalam shalat pun tidak syah hokum nya apabila kening kita tidak menyentuh lantai/sejadah ketika melakukan shalat, dan bagaimana apabila kening kita tertutupi cadar??? Silahkan anda menjawabnya sendiri….


2. Cadar akan mengurangi atau bisa disebut pemutus ibadah yang lain…. Ketika pria /wanita menggunakan cadar secara permanen , maka secara langsung /idak langsung mereka memutuskan silaturahmi dengan orang/saudara di sekeliling nya, kenapa saya berpendapat demikian, saya melihat, mendengar dgn mata kepala sendiri kejadian2 yang memilukan, seorang suami dan anak nya sendiri ketika ibu/istrinya berkerumun dengan wanita cadar lain nya, anak dan suami tersebut bingung dan tidak mengenali istri/ ibu nya sendiri,????apalagi orang lain??? Masa sih suami yang syah menurut islam tidak boleh melihat kecantikan istri nya sendiri??? Kejadian tsb membuat kesimpulan bagi saya pribadi wanita bercadar dapat memutuskan tali silaturahmi dengan sesama dan lingkungan nya??dan allah membenci orang yang suka memutuskan tali silaturahmi??? Dengan menutupi wajah degan cadar berarti pula menutup ibadah lain nya, seperti contoh: bagaimana wanita bercadar memberikan roman/senyuman yang manis dan baik kepada sesama muslim dan muslimah??bukan kah memberikan senyum dapat mengobati orang yang kecewa dan putus asa???wajah yang berfungsi multi guna dalam hidup bersosial dan interaksi sesame muslim dan muslimah, maka senyum dinyatakan sebagian dari ibadah menurut kaum ulama shahih….tentunya masih banyak lagi ibadah lain nya yang bisa kita pergunakan melalui wajah kita (tak kenal maka tak sayang).

3. Cadar dapat dapat salahgunakan oleh para penyamun dan terroris untuk menghancurkan kerukunan umat islam di dunia (kaum kafir dengan mudah menyusup ke organ islam), mereka menghancurkan islam dengan adu domba….waspadai , ini jangan terus terjadi.

Mungkin saat ini saya dapat mengungkapkan 3 alasan pendapat saya prihal cadar, sekali lagi saya tidak bermaksud menentang pria/wanita bercadar, silahkan anda bercadar tapi saya harap pergunakan cadar anda sebagai mana fungsi nya (pelindung terik matahari dan debu jalanan,dll). Semoga kita bias berbagi pengetahuan tentang ilmu allah dan rasul nya, mari kita tingkatkan iman dan ketakwaan kita sebagai umat rasullallah saw, dengan memperiki perangai, ahlak bermartabat sesuai syariah islam, pergunakan wajah kita sebagai alat silaturahmi dan berbagi kebahagian dengan sesama umat islam lain nya bukan hanya bersilaturahmi antar golongan tertentu, saling menyayangi dan hidup bertoleransi antar agama, karena sesungguh nya allah mencintai manusia yang memelihara dan menciptakan kedamaian di muka bumi ini.
Mohon maaf apabila pendapat saya ini adalah suatu kekeliruan, jika pendapat saya suatu kekeliruan adalah suatu kebodohan saya pribadi semata….

penulis : yadi mulyadi

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain.

3 komentar:

Anonim mengatakan... [Reply to comment]

setuju

target='_blank'>arya mengatakan... [Reply to comment]

Dimana langit dipijak disana langit di junjung.
Cadar kayaknya budaya timur tengah,kenapa juga budaya orang lain harus dijunjung di negeri kita sendiri.apa sebaiknya orang yg pake cadar disuruh menjunjung budaya kita? "maaf kalo kita punya budaya maksudnya"

target='_blank'>arya mengatakan... [Reply to comment]

Dimana langit dipijak disana langit di junjung.
Cadar kayaknya budaya timur tengah,kenapa juga budaya orang lain harus dijunjung di negeri kita sendiri.apa sebaiknya orang yg pake cadar disuruh menjunjung budaya kita? "maaf kalo kita punya budaya maksudnya"

Poskan Komentar

Pengunjung yang baik tentunya memberikan Komentar,kritik serta saran yang sopan disini, Terima kasih atas komentar dan kunjungan nya

Kembali lagi ke atas